Minggu, 21 Maret 2010

Candi Plaosan

Candi Plaosan Lor di Timur Candi Sewu

Candi Plaosan merupakan suatu gugusan candi terdiri atas dua kompleks, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor di utara dan kompleks Candi Plaosan Kidul di selatan. Keduanya dibatasi oleh jalan yang membujur arah barat dan timur.

Letak Candi Plaosan Lor berada di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini berada 1,5 kilometer di timur Candi Sewu tidak jauh dari Candi Prambanan sekitar 3 kilometer di timur laut dan 1,5 kilometer ke arah utara jalan raya Yogyakarta – Solo.

Secara geografis Candi Plaosan Lor terletak pada 7 derajat “44.320.13” lintang selatan dan 1.10 derajat “30.11.07” bujur timur pada ketinggian lebih kurang 165,915 meter di atas permukaan laut. Candi Plaosan Lor berada di dataran rendah yang subur dan dikelilingi oleh Dukuh Purwodadi di timur persawahan di barat Dukuh Dengok Wetan di utara dan Dukuh Plaosan di selatan kurang lebih 25 kilometer di utaranya terdapat Gunung Merapi yang masih aktif.

Latar belakang Sejarah
Di kompleks Candi Plaosan Lor tidak ditemukan prasasti yang menyebutkan angka tahun sehingga sulit menentukan kapan berdirinya. Data yang dapat mengungkapkan tahun berdiri dan latar belakang sejarahnya berasal dari prasasti pendek yang banyak jumlahnya. Berdasarkan gaya tulisannya diduga berasal dari tulisan pertengahan abad IX Masehi. Perkiraan ini diperkuat adanya penelitian yang mendasarkan pada bentuk makara. Bentuk makara Candi Plaosan Lor termasuk dalam kurun waktu 838-898 M. Pada candi ini ditemukan pula nama Sri Kahulunan yang dapat dihubungkan dengan nama Pramodhawardhani dari sebuah prasasti yang berangka tahun 824 M, yaitu Prasasti Karang Tengah. Dengan demikian Candi Plaosan Lor diperkirakan berdiri pada pertengahan abad IX M dan didirikan oleh Sri Kahulunan, anak raja Samaratungga.

Selain nama Sri Kahulunan ditemukan juga nama-nama lain di dalam prasasti pendek yaitu Rakai Pikatan, Rakai Wawa Dyah Galuh, Rakai Dyah Saladu, Rakai Gurun Wangi dan Rakai Sirikan Pu Surya.

Deskripsi bangunan
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki tiga halaman, yaitu halaman I (utama), II (tengah) dan III (luar). Pusatnya ada di tengah-tengah halaman.

Halaman I (utama)
Halaman ini terletak di pusat kompleks bangunan, berbentuk persegi panjang, dikelilingi pagar pemisah yang memisahkan halaman I dan II. Di dalam halaman I berdiri dua bangunan induk yang berdampingan arah utara – selatan. Antara candi induk utara dan candi induk selatan dibatasi oleh pagar pembatas yang dihubungkan dengan sebuah gapura. Candi induk selatan dalam keadaan utuh karena telah dipugar tahun 1960, sedangkan candi induk utara dalam keadaan rusak/runtuh. Pada pagar halaman I sisi barat terdapat dua gapura yang menuju ke masing-masing candi induk.

Candi induk selatan berbentuk segi panjang dan bertingkat dua. Pada masing-masing tingkat memiliki tiga bilik. Bentuk semacam ini hanya ada di Indonesia. Seperti pada candi-candi lainnya, candi ini juga mempunyai bagian kaki, tubuh dan atap. Bagian kaki candi dihiasi dengan lipit-lipit dan di sisi barat ditemukan pipi tangga dan tangga masuk ke bilik. Maka candi ini menghadap ke barat.

Di atas kaki candi berdiri tubuh candi dan penampil di sisi barat. Bagian tubuh ini terdiri atas dua tingkat masing-masing tingkat memiliki tiga bilik yaitu bilik utara, tengah dan selatan. Bilik-bilik dibatasi dengan tembok dan dihubungkan dengan pintu serta memiliki jendela. Pada sisi panjangnya (di barat) masing-masing tingkat mempunyai dua jendela dan pada sisi lebarnya (selatan dan utara) dua jendela.

Bagian atap candi induk selatan terdiri atas tiga tingkatan. Tingkat bawah dihiasi dengan stupa keci-kecil yang sebagian besar sudah hilang. Tingkat di tengah dihiasi stupa agak besar dan kecil yang mengelilingi tingkat paling atas tempat berdiri stupa yang besar. Pada stupa terbesar (puncak) terdapat relung kecil semacam ceruk.
Pada bilik kedua candi induk selatan berisi arca yang dipahat dengan sempurna yaitu Bodhisatwa Padmapani, Bodhisatwa Wajrapani dan Bodhisatwa Manjucri. Arca-arca ini menggambarkan bahwa Candi Plaosan Lor merupakan bangunan suci agama Budha.

Halaman II (tengah)
Halaman yang terletak di luar halaman I, di dalamnya berdiri tiga deret persegi yang mengelilingi candi induk. Deret I terdiri atas 50 candi perwara, deret II terdiri atas empat candi perwara dan 54 stupa perwara, deret III terdiri atas empat candi perwara dan 62 stupa perwara. Jumlah candi perwara 58 buah dan stupa perwara 116 buah yang sebagian besar dalam keadaan rusak. Dua candi dan satu stupa perwara sudah dipugar tahun 1941, 1962 dan 1992.

Di pagar halaman II di sisi barat terdapat dua pintu masuk yang masing-masing dijaga oleh dua arca dwarapala yang berbentuk raksasa.

Halaman III (luar)
Halaman luar setelah halaman II diketahui ketika diadakan penelitian tahun 1962. Penemuan pondasi tembok bangunan yang panjangnya kurang lebih 150 meter di barat dan membujur ke arah utara – selatan ternyata dapat ditentukan adanya halaman III.

Pelestarian
Bangunan Candi Plaosan Lor yang sangat indah ini merupakan warisan budaya bangsa yang sangat tinggi nilainya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya pasal 1, maka Candi Plaosan Lor dapat dimasukkan dalam benda Cagar Budaya. Dalam Konsideran Undang-Undang Benda Cagar Budaya ini menyebutkan bahwa benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jati diri bangsa dan kepentingan nasional.

Dengan adanya Undang-Undang Benda Cagar Budaya maka kita wajib memelihara dan melestarikan Candi Plaosan itu.

Kepustakaan:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1995. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VI. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber :
http://www.wacananusantara.org/2/137/candi-plaosan
Foto : http://www.hotelgaluhprambanan.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar